jump to navigation

Keajaiban-Keajaiban Anak Kecil July 15, 2006

Posted by Dicky in Reflection.
trackback

Saya punya 4 keponakan, 3 laki-laki dan 1 perempuan. Semuanya bandel-bandel dan lucu-lucu. Bermain dan bersama mereka rasanya membuat hati saya tenang. Saya anak terakhir dari empat bersaudara, jadi maklum lah kalo seneng banget punya ponakan. Apalagi yang pinter-pinter dan cerdas-cerdas kayak mereka ini. Ponakan saya yang paling tua namanya Audrey. Umurnya udah 6 taun. Waktu ibunya (kakak saya) hamil dia, wah bencinya enggak ketulungan sama saya. Mungkin ini kali ya yang ngebuat ponakan saya ini paling deket sama saya. Hehe. Adiknya namanya Rayhan. Dia punya kelebihan dalam mengimajinasikan sesuatu dan membuatnya jadi realitas. Daya tangkap intelejensianya sangat tinggi. Kayaknya nular dari omnya. Hehehe.

Pekan lalu saya ketemu dengan mereka berdua. Karena udah lama enggak ketemu dan main bareng, satu hari saya khususkan untuk mereka. Saya juga sadar bahwa semangat saya juga harus di-charge setelah seminggu penuh dikejar deadline kantor dan urusan-urusan lainnya. Ketemu dengan mereka jadi media charger saya yang paling ampuh buat ngilangin penat. Hehe. Seharian kita main, dari main ular tangga, ngajarin bikin pesawat-pesawatan, nonton Cars, main spray paint, sampe muter-muter komplek naik motor. Pokoknya seru! Saya selalu berfikir bahwa apa yang kita lakukan bersama itu nanti akan terekam terus di dalam memorinya dia hingga tua. Goresan kenangan indah inilah yang akan membangun daya intelegensia dan pengembangan emosi mereka. Saya juga seneng banget, kepenatan seminggu rasanya hilang begitu saja karena bertemu dengan mereka.

Hari Rabu dan Kamis lalu, saya juga sempatkan waktu untuk bertemu dengan dua keponakan saya yang lain. Namanya Syifa’ dan Jihad. Kakaknya berumur 5 tahun, dan adiknya baru 9 bulan. Wah, mereka berdua juga enggak kalah lucu. Adiknya baru bisa merangkak, baru bisa bilang “mbak”, “udah”, dan paling hobi makan yang pedes-pedes. Hehe, saya enggak habis pikir, anak umur 9 bulan suka banget makan pagoda pastilles, yang kalo saya yang makan aja mesti pake miris-miris. Kalo kakaknya lagi seneng banget nyanyi, modelnya mesti kayak di atas panggung, pake sambutan dan lainnya, dan kita juga harus menyaksikan dengan saksama. Hehehe. Ajaib.

Saya sering berfikir, yang mereka bayangkan itu apa ya? hehe. Kalo lagi main sama mereka, saya selalu penasaran dan mencoba untuk menyelami jalan pikiran mereka. Pernah di suatu kesempatan, saya pergi jalan-jalan dengan ponakan saya yang bernama Rayhan. Waktu di toko sepatu, dia ambil seluruh tag harga di etalase dan menyusunnya jadi sebuah bentuk yang saya tidak tahu apa itu. Lalu saya tanya, “Apa itu ceritanya, Han?”, dan dia jawab, “Roket!”, sambil mencoba untuk menerbangkannya ke udara. Hehehe, saya amazed dengan apa yang saya saksikan. Anak kecil ternyata sudah mempunyai mekanisme untuk membangun sebuah premis, dan berusaha untuk mengkonseptualisasikannya. Mungkin Imre Lakatos dahulu juga mendapatkan ilham dari keajaiban-keajaiban anak kecil seperti ini sewaktu ia merumuskan metode tesis, sintesis, dan antitesis.

Anak kecil memang penuh dengan keajaiban. Mereka punya dunianya sendiri yang ternyata sangat genuine dan full of ideas. Saya belajar banyak dari mereka. Anak kecil mengajarkan kita tentang bagaimana seharusnya bersikap jujur, menghargai sesama, ber-positive thinking, dan menjadi manusia yang seutuhnya. Di saat manusia dewasa selalu diliputi oleh tipu daya, anak kecil selalu hadir dengan kepolosannya. Di saat manusia dewasa selalu berpikir dengan berbagai pertimbangan, anak kecil selalu hadir dengan jawaban yang memang paling dibutuhkan. Alhamdulillah saya punya 4 ponakan-ponakan jagoan ini. Mereka penuh dengan keajaiban, dan keajaiban-keajaiban seperti inilah yang membuat dunia selalu penuh warna.

Ciracas, 15 Juli 2006.

Comments»

1. Luigi - July 15, 2006

kanak-kanak, adalah identik dengan eksplorasi dan petualangan.. sebuah lembaran buku yang terus kerap di isi dan diarungi… :)

Dimanapun mereka, di amerika di indonesia.. hingga terus ke ujung liberia.. kanak-kanak adalah dunia yang menyenangkan, terlepas dari nasib mereka dari satu kepada yang lainya selalu berbeda..

Tulisanmu juga bener2 mbuat kangen yang besar akan kedua malaikat kecil di kampung. Thanks ya! – Seneng udh bisa ditengok dan mampir kesini – salam kenal dan salam hangat dari afrika barat

2. kuyazr - July 15, 2006

anak2?…jual aja…atau suruh mereka mengemis di jalan2…suruh mereka bekerja…kalau membangkang, pukul saja kepalanya…keplak!…kita kan butuh makan buat besok…makan buat besok!

3. Dicky - July 17, 2006

Hehe.. Bung Luigi, semoga kekangenannya bisa terobati dengan terus menghasilkan postingan-postingan yang hebat dan menyentuh di blog ente. Saya senang sekali baca tulisan-tulisannya, humanis dan simple. Saya jadi punya bayangan tentang studi-studi perdamaian yang saya pelajari selama di bangku kuliah. Thanks Bung, terus berkarya dan semoga enggak lama lagi bisa balik ke Indo ketemu sama malaikat-malaikat kecilnya. Salam kenal dan salam hangat juga dari Jakarta. :)

Hehe.. Bung Kuyazr.. wah, kayaknya saya enggak ridho deh buat ngeplak kepala ponakan2 saya. Lha wong mereka itu lucu2 bener, baru ngebayangin aja bisa buat hati tentrem kerto raharjo, apalagi kalo ketemu. :) Kalo masalah makan mah bisa diatur, rejeki selalu menemukan jalannya. Ente mengingatkan saya akan film “Daun di Atas Bantal”.

4. kuyazr - July 17, 2006

tapi kenyataannya banyak yang dikeplakin, gimana nih?…seperti kepala saya kena keplak melihat anggaran 18 triliun untuk gaji ke 13, padahal petani disuruh buat pompa air manual di pinggir sawah (according mentri pertanian), padahal buat sewa pompa aja rp. 7000/ hari, sewa airnya rp. 8000/ jam (tv7), trus mereka bayar pake apa ya?…oh iya…keplakin aja kepala anak2 mereka, suruh anak2nya kerja di jalan…biar bisa makan….makaaaan….abis uang makannya udah jadi gaji ke 13 sih….kacian deh lo..petani….hehehee….tapi yang penting saya kenyang….yang lain mana pedulee…

5. putsky - July 18, 2006

Lho … kok jadi ngomongin anak2, bos? MK Ultranya udah nih? :D

*bingung mo ngomong apa, soalnya sebenernya masih jam kerja*

6. Dicky - July 18, 2006

hahaha.. MK-ULTRA capek Put.. mikirin yang pasti-pasti aje deh.. postingan ini muncul sebagai reaksi atas complain lu dan Daniel yang bilang topik2 sebelumnya kurang haha-hihi.. tenang Put, gue bertekad untuk terus mengirimkan postingan2 yang ceria kayak gini deh.. hehe

7. iwied - August 24, 2006

“Pokoknya seru! Saya selalu berfikir bahwa apa yang kita lakukan bersama itu nanti akan terekam terus di dalam memorinya dia hingga tua.”

–Dan, entah ada dalam rencana entah tidak, kau menuliskan tentang sesuatu yang akan dikenang, tentang sesuatu yang tak akan dilupakan, tentang sesuatu yang direkam dalam memori. Memang telah disediakan-Nya waktu dan ruang di benak mereka untuk merekam semua itu. Rekaman itu pasti akan selalu mereka ingat. Seperti kami yang juga merekam hari-hari kemarin kita. Semoga. Selamat jalan, Teman. Semoga engkau tenang di sisi-Nya.–

8. zenrs - May 31, 2007

Apakah keajaiban?

Barangkali seperti naik kereta ekonomi dan tiba-tiba kita menemukan bantal empuk tempat kita bisa rebahan. Tapi, terkadang, keajaiban itu seperti sepucuk kado yang setelah dibuka tiba-tiba meloncat sebuah benda yang menghantam wajah kita. dan kita bengkak karenanya.

salam kenal!

9. Titis - July 5, 2007

Secara kebetulan saya menemukan blognya Dicky dan membaca tulisan-tulisan dia dan Bung Philips. Rasanya seperti mimpi. Setelah membaca fikiran-fikiranya yang tertuang dalam tulisan-tulisannya di blog ini dan mendapati kenyataan bahwa dia sudah tiada. What a wonderful young man. Jarang-jarang ada anak muda yang memiliki wawasan jauh ke depan seperti Dicky. Selamat jalan. Semoga semangat yang Anda torehkan melalui tulisan-tulisan Anda menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lainnya untuk menjadi pemikir-pemikir seperti Anda dan membuat hidup jadi lebih bermakna.

10. JAYABAYA - November 28, 2007

43602H252N+OK!
(alugoroharomarontok)

H1 S4 H4 LAM H4 S1 H4
HISA ALAM ASIH
ISA ALMASIH
HISALAMA
ISLAM
H1 SELAM Extra Terestrial

“ngesot-ngesot dah!”
“angelia-angelia…”
“yarabana-bayarana…”

“Pok ame-ame belalang kupu-kupu
Siang makan nasi kalo malam minum susu
Susu kental manis dicampur kelapa muda
……. jangan nangis ditinggal ibu kerja”
“Ciluuup BHA….”

Ayo renang! Gaya kodok? Gaya kupu-kupu? Gaya geger? Bebas lah.

C4 X ON & AC
Tumpas panas dalan sampai asalnya

War to KATA’
“Ahmad akbar terseret in X”
Ta’ngarang “I rin terkaya, Jas jul termiskin”

I’m lost in… LANTAI
Phuket (paket) sukhotai (soko tai) ayuthaya (ayu to yo) bangkok (bengkok) kanchanaburi (kencana bur 1) chiang mai chiang rai (ramai) pattaya (patah ya?)

11. sasa - August 12, 2008

ui

12. hannaya - October 20, 2009

nma lo cp ?