<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments for "Thinking is Emancipating"</title>
	<atom:link href="http://dichiya.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dichiya.wordpress.com</link>
	<description>A piece of thoughts, no more than to fill the inbetween of the garden of knowledge.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Oct 2009 09:08:52 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on Keajaiban-Keajaiban Anak Kecil by hannaya</title>
		<link>http://dichiya.wordpress.com/2006/07/15/keajaiban-keajaiban-anak-kecil/#comment-439</link>
		<dc:creator>hannaya</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 09:08:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://dichiya.wordpress.com/2006/07/15/keajaiban-keajaiban-anak-kecil/#comment-439</guid>
		<description>nma lo cp ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nma lo cp ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Opini Publik dan Kebijakan Luar Negeri by intan widya rahayu</title>
		<link>http://dichiya.wordpress.com/2006/06/29/opini-publik-dan-kebijakan-luar-negeri/#comment-438</link>
		<dc:creator>intan widya rahayu</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 02:10:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://dichiya.wordpress.com/2006/06/29/opini-publik-dan-kebijakan-luar-negeri/#comment-438</guid>
		<description>saya intan mahasiswi upn veteran jakarta-PR&#039;07. mgkn saya telat br membaca artikel ini, tp jujur saya sangat menyukai artikel ini, banyak bahasan yang bisa saya manfaatkan sebagai tambahan pengetahuan materi dalam perkuliahan saya, khususnya dalam pembentukan opini publik itu sendiri. terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya intan mahasiswi upn veteran jakarta-PR&#8217;07. mgkn saya telat br membaca artikel ini, tp jujur saya sangat menyukai artikel ini, banyak bahasan yang bisa saya manfaatkan sebagai tambahan pengetahuan materi dalam perkuliahan saya, khususnya dalam pembentukan opini publik itu sendiri. terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Opini Publik dan Kebijakan Luar Negeri by ChoQ</title>
		<link>http://dichiya.wordpress.com/2006/06/29/opini-publik-dan-kebijakan-luar-negeri/#comment-435</link>
		<dc:creator>ChoQ</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 13:48:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://dichiya.wordpress.com/2006/06/29/opini-publik-dan-kebijakan-luar-negeri/#comment-435</guid>
		<description>Aritkal yang sangat menarik untuk disimak oleh para mahasiswa/i Ilmu Politik terlebih yang bergelut dengan Ilmu hubungan Internasional. Saya senang membaca artikel ini. 
Sukses buat penulis.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aritkal yang sangat menarik untuk disimak oleh para mahasiswa/i Ilmu Politik terlebih yang bergelut dengan Ilmu hubungan Internasional. Saya senang membaca artikel ini.<br />
Sukses buat penulis.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Fenomena Kegagalan Ujian Akhir Nasional (UAN) by ELgia Astuty</title>
		<link>http://dichiya.wordpress.com/2006/06/29/fenomena-kegagalan-ujian-akhir-nasional-uan/#comment-434</link>
		<dc:creator>ELgia Astuty</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 04:04:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://dichiya.wordpress.com/2006/06/29/fenomena-kegagalan-ujian-akhir-nasional-uan/#comment-434</guid>
		<description>foto cah 8a smp i dolopo</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>foto cah 8a smp i dolopo</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Opini Publik dan Kebijakan Luar Negeri by arry dieyaa</title>
		<link>http://dichiya.wordpress.com/2006/06/29/opini-publik-dan-kebijakan-luar-negeri/#comment-433</link>
		<dc:creator>arry dieyaa</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 06:12:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://dichiya.wordpress.com/2006/06/29/opini-publik-dan-kebijakan-luar-negeri/#comment-433</guid>
		<description>that&#039;s good article,,i think,,,
ya,,saya arry mahasiswi HI Brawijaya &#039;08,,salam kenal ya,,

wat referensi saya ngerjain tugas,,=)
Thx a lot,,
dan kalo bisa sering d update lg,,

dan ini alamat e-mail saya,,
arrydieyaa@yahoo.com
dan semoga anda bisa menshare apapun itu kpd saya,,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>that&#8217;s good article,,i think,,,<br />
ya,,saya arry mahasiswi HI Brawijaya &#8216;08,,salam kenal ya,,</p>
<p>wat referensi saya ngerjain tugas,,=)<br />
Thx a lot,,<br />
dan kalo bisa sering d update lg,,</p>
<p>dan ini alamat e-mail saya,,<br />
<a href="mailto:arrydieyaa@yahoo.com">arrydieyaa@yahoo.com</a><br />
dan semoga anda bisa menshare apapun itu kpd saya,,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Fenomena Kegagalan Ujian Akhir Nasional (UAN) by thnksx</title>
		<link>http://dichiya.wordpress.com/2006/06/29/fenomena-kegagalan-ujian-akhir-nasional-uan/#comment-432</link>
		<dc:creator>thnksx</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2009 17:04:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://dichiya.wordpress.com/2006/06/29/fenomena-kegagalan-ujian-akhir-nasional-uan/#comment-432</guid>
		<description>UAN g evfktf... percuma belajar.. kalo UAN hny 3</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>UAN g evfktf&#8230; percuma belajar.. kalo UAN hny 3</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Fenomena Kegagalan Ujian Akhir Nasional (UAN) by heru</title>
		<link>http://dichiya.wordpress.com/2006/06/29/fenomena-kegagalan-ujian-akhir-nasional-uan/#comment-431</link>
		<dc:creator>heru</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 06:51:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://dichiya.wordpress.com/2006/06/29/fenomena-kegagalan-ujian-akhir-nasional-uan/#comment-431</guid>
		<description>iya ne pusing ujian mulu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iya ne pusing ujian mulu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Fenomena Kegagalan Ujian Akhir Nasional (UAN) by njazautiz</title>
		<link>http://dichiya.wordpress.com/2006/06/29/fenomena-kegagalan-ujian-akhir-nasional-uan/#comment-430</link>
		<dc:creator>njazautiz</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 02:14:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://dichiya.wordpress.com/2006/06/29/fenomena-kegagalan-ujian-akhir-nasional-uan/#comment-430</guid>
		<description>permisi numpang comment ni,,

knp di negara kita ini haruz ada UAN?
 
di jawab yach,,,

padahal UAN belum tentu meningkat produktifitas seseorang, w taw ini hanyalah FORMALITAS semata yang di buat tanpa memikirkan dampak negative ny.


contoh: misalkan 30% para peserta UAN tidak LULUS maka ini hanyalah meningkatkan tingginy angka pengangguran, dan tingkat kejahatan.

ABCD ( Aduh Boo Cape Dech )

cobalah di pikirin lagi, jangan cuma ngikut-ngikutin ajh negara&quot; yang jauh lebih berkembang dari negara kita.



yach, skrg minta doany ajh agar taon ini bisa lulus semua.
aMiin,,  YA ALLAH aMiin,,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>permisi numpang comment ni,,</p>
<p>knp di negara kita ini haruz ada UAN?</p>
<p>di jawab yach,,,</p>
<p>padahal UAN belum tentu meningkat produktifitas seseorang, w taw ini hanyalah FORMALITAS semata yang di buat tanpa memikirkan dampak negative ny.</p>
<p>contoh: misalkan 30% para peserta UAN tidak LULUS maka ini hanyalah meningkatkan tingginy angka pengangguran, dan tingkat kejahatan.</p>
<p>ABCD ( Aduh Boo Cape Dech )</p>
<p>cobalah di pikirin lagi, jangan cuma ngikut-ngikutin ajh negara&#8221; yang jauh lebih berkembang dari negara kita.</p>
<p>yach, skrg minta doany ajh agar taon ini bisa lulus semua.<br />
aMiin,,  YA ALLAH aMiin,,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Fenomena Kegagalan Ujian Akhir Nasional (UAN) by dhany</title>
		<link>http://dichiya.wordpress.com/2006/06/29/fenomena-kegagalan-ujian-akhir-nasional-uan/#comment-429</link>
		<dc:creator>dhany</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 02:35:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://dichiya.wordpress.com/2006/06/29/fenomena-kegagalan-ujian-akhir-nasional-uan/#comment-429</guid>
		<description>boleh dunk minta  kisi-kisi soal matematika yang kira bakal di UAS kan tahun ini,, klu ada sekalian soal-soal ipa dan bahasa inggris....
boleh kan??? masa boat kemajuan bangsa ga&#039; dikasih???? dari pada ade&#039;Q nyontek??? hayo............. kirim ke : dhany_sakti@yahoo.co.id  
please!!!!!!!!!!!!!!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>boleh dunk minta  kisi-kisi soal matematika yang kira bakal di UAS kan tahun ini,, klu ada sekalian soal-soal ipa dan bahasa inggris&#8230;.<br />
boleh kan??? masa boat kemajuan bangsa ga&#8217; dikasih???? dari pada ade&#8217;Q nyontek??? hayo&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. kirim ke : <a href="mailto:dhany_sakti@yahoo.co.id">dhany_sakti@yahoo.co.id</a><br />
please!!!!!!!!!!!!!!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Opini Publik dan Kebijakan Luar Negeri by Dandy Syamsul BAdar</title>
		<link>http://dichiya.wordpress.com/2006/06/29/opini-publik-dan-kebijakan-luar-negeri/#comment-428</link>
		<dc:creator>Dandy Syamsul BAdar</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 07:03:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://dichiya.wordpress.com/2006/06/29/opini-publik-dan-kebijakan-luar-negeri/#comment-428</guid>
		<description>Pembentukan opini publik sebagai bentuk manifestasi kebijakan politik luar negeri sebuah negara dapat dikategorikan sebagai sebuah soft-power yang berjalan beriringan dengan hard-power. Hard-power disini dapat diartikan sebagai kekuatan persenjataan atau kekuatan diplomasi dari suatu negara di tataran internasional. Sedangkan yang dimaksud dengan soft-power adalah kekuatan negara dalam membentuk sebuah paradigma yang akan mendukung terlaksananya sebuah kebijakan politik luar negeri.

Media pelaksanaan dari soft-power ini antara lainnya terdiri dari peran media internasional, budaya dan pendidikan. Konsiderasi dasar bagi sebuah negara dalam menerapkan praktik pembentukan opini publik berangkat dari sebuah asumsi bahwa publik merupakan entitas yang sangat sulit untuk dikendalikan. Dengan demikian, opini publik dirasa penting pula untuk dikuasai, dengan pertimbangan bahwa segala bentuk kebijakan politik luar negeri yang akan diterapkan oleh suatu negara harus mendapatkan dukungan yang kuat dari publik. Selain itu, opini publik merupakan mekanisme yang sangat kuat dalam menguasai paradigma publik internasional tentang suatu kebijakan politik luar negeri yang akan diambil.

Jadi, pada akhirnya, apabila opini publik internasional telah dapat dikuasai, maka aktor negara akan mendapatkan 2 keuntungan utama. Pertama, proses pembuatan dan perumusan kebijakan politik luar negeri negara tersebut tidak akan melalui sebuah proses yang sulit. Hal ini disebabkan oleh karena values yang berada di tataran paradigma publik telah dikuasai secara signifikan oleh negara itu. Kedua, keputusan kebijakan politik luar negeri juga akan dapat diimplementasikan secara optimal, karena telah tercapainya faktor pertama dengan baik.

Permasalahan yang kemudian muncul adalah mengenai bagaimana cara yang efektif bagi suatu negara dalam menguasai suatu opini publik. Dalam kasus ini, aktor media merupakan aktor yang memiliki akses terbesar dalam menguasai opini publik masyarakat. Contoh konkretnya antara lain dapat terlihat dalam kasus Al-Jazeera. Sejak tenarnya stasiun televisi ini pada tahun 2003 dengan memberikan pemberitaan yang berbeda dari media internasional lainnya mengenai perang Irak, kantor berita ini dapat dikategorikan sebagai pembentuk opini publik oposisi yang paling kuat di tataran dunia internasional, selain CNN dan BBC. Bukti pembentukan opini publik dari Al Jazeera antara lainnya terlihat dalam acara The Opposite Direction yang di-anchored oleh Dr. Faisal Al-Qassim.

Di berbagai episodenya, Dr. Qassim mengundang tokoh-tokoh dengan latar belakang yang berbeda dan cenderung kontroversial. Di salah satu episode dari The Opposite Direction, Dr. Qassim membawakan tema “Are Hezbollah are Resistance or Terrorist?”, dengan dihadiri oleh dua scholars dari Mesir dan Lebanon. Episode ini kemudian berdampak pada kecaman dari berbagai negara Arab seperti Suriah dan Mesir karena menganggap Al Jazeera memprovokasi masyarakat Arab lainnya untuk menganggap Hezbollah sebagai freedom-fighter dibandingkan sebagai rebellion.

Meskipun tidak menjadi afiliasi negara apapun, termasuk Qatar, perilaku yang dicerminkan oleh Al Jazeera ini setidaknya telah membuat Suriah dan Mesir harus mengkalkulasikan kebijakan politik luar negerinya sebagai akibat dari adanya opini publik yang ditimbulkan oleh stasiun televisi tersebut. Dalam konteks yang lain, Amerika Serikat juga mempunyai kekuatan media yang sangat kuat. Kekuatan ini berada di bawah United States Information Agency (USIA), dengan VoA yang menjadi vanguard dari pembentukan opini publik internasional. Dalam kasus ini, USIA berperan secara aktif sebagai alat dari pemerintahan Amerika Serikat untuk menguasai opini publik masyarakat internasional.

USIA merupakan representasi dari apa yang disebut sebagai mekanisme soft-power AS dalam melancarkan kebijakan politik luar negerinya. Pada akhirnya, berdasarkan penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan media dalam pembentukan opini publik internasional sudah sepertinya layaknya konsepsi dari von Clausewitz mengenai perang. Apabila Clausewitz menyatakan bahwa perang merupakan bentuk lain dari kebijakan politik luar negeri suatu negara, maka keberadaan media dapat dianalogikan sebagai bentuk lain dari penguasaan opini publik untuk mendukung pelaksanaan suatu kebijakan politik luar negeri dari negara yang bersangkutan.

-Diambil dari ujian mata kuliah Diplomasi dan Analisis Politik Luar Negeri, UI Salemba 2005-</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pembentukan opini publik sebagai bentuk manifestasi kebijakan politik luar negeri sebuah negara dapat dikategorikan sebagai sebuah soft-power yang berjalan beriringan dengan hard-power. Hard-power disini dapat diartikan sebagai kekuatan persenjataan atau kekuatan diplomasi dari suatu negara di tataran internasional. Sedangkan yang dimaksud dengan soft-power adalah kekuatan negara dalam membentuk sebuah paradigma yang akan mendukung terlaksananya sebuah kebijakan politik luar negeri.</p>
<p>Media pelaksanaan dari soft-power ini antara lainnya terdiri dari peran media internasional, budaya dan pendidikan. Konsiderasi dasar bagi sebuah negara dalam menerapkan praktik pembentukan opini publik berangkat dari sebuah asumsi bahwa publik merupakan entitas yang sangat sulit untuk dikendalikan. Dengan demikian, opini publik dirasa penting pula untuk dikuasai, dengan pertimbangan bahwa segala bentuk kebijakan politik luar negeri yang akan diterapkan oleh suatu negara harus mendapatkan dukungan yang kuat dari publik. Selain itu, opini publik merupakan mekanisme yang sangat kuat dalam menguasai paradigma publik internasional tentang suatu kebijakan politik luar negeri yang akan diambil.</p>
<p>Jadi, pada akhirnya, apabila opini publik internasional telah dapat dikuasai, maka aktor negara akan mendapatkan 2 keuntungan utama. Pertama, proses pembuatan dan perumusan kebijakan politik luar negeri negara tersebut tidak akan melalui sebuah proses yang sulit. Hal ini disebabkan oleh karena values yang berada di tataran paradigma publik telah dikuasai secara signifikan oleh negara itu. Kedua, keputusan kebijakan politik luar negeri juga akan dapat diimplementasikan secara optimal, karena telah tercapainya faktor pertama dengan baik.</p>
<p>Permasalahan yang kemudian muncul adalah mengenai bagaimana cara yang efektif bagi suatu negara dalam menguasai suatu opini publik. Dalam kasus ini, aktor media merupakan aktor yang memiliki akses terbesar dalam menguasai opini publik masyarakat. Contoh konkretnya antara lain dapat terlihat dalam kasus Al-Jazeera. Sejak tenarnya stasiun televisi ini pada tahun 2003 dengan memberikan pemberitaan yang berbeda dari media internasional lainnya mengenai perang Irak, kantor berita ini dapat dikategorikan sebagai pembentuk opini publik oposisi yang paling kuat di tataran dunia internasional, selain CNN dan BBC. Bukti pembentukan opini publik dari Al Jazeera antara lainnya terlihat dalam acara The Opposite Direction yang di-anchored oleh Dr. Faisal Al-Qassim.</p>
<p>Di berbagai episodenya, Dr. Qassim mengundang tokoh-tokoh dengan latar belakang yang berbeda dan cenderung kontroversial. Di salah satu episode dari The Opposite Direction, Dr. Qassim membawakan tema “Are Hezbollah are Resistance or Terrorist?”, dengan dihadiri oleh dua scholars dari Mesir dan Lebanon. Episode ini kemudian berdampak pada kecaman dari berbagai negara Arab seperti Suriah dan Mesir karena menganggap Al Jazeera memprovokasi masyarakat Arab lainnya untuk menganggap Hezbollah sebagai freedom-fighter dibandingkan sebagai rebellion.</p>
<p>Meskipun tidak menjadi afiliasi negara apapun, termasuk Qatar, perilaku yang dicerminkan oleh Al Jazeera ini setidaknya telah membuat Suriah dan Mesir harus mengkalkulasikan kebijakan politik luar negerinya sebagai akibat dari adanya opini publik yang ditimbulkan oleh stasiun televisi tersebut. Dalam konteks yang lain, Amerika Serikat juga mempunyai kekuatan media yang sangat kuat. Kekuatan ini berada di bawah United States Information Agency (USIA), dengan VoA yang menjadi vanguard dari pembentukan opini publik internasional. Dalam kasus ini, USIA berperan secara aktif sebagai alat dari pemerintahan Amerika Serikat untuk menguasai opini publik masyarakat internasional.</p>
<p>USIA merupakan representasi dari apa yang disebut sebagai mekanisme soft-power AS dalam melancarkan kebijakan politik luar negerinya. Pada akhirnya, berdasarkan penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan media dalam pembentukan opini publik internasional sudah sepertinya layaknya konsepsi dari von Clausewitz mengenai perang. Apabila Clausewitz menyatakan bahwa perang merupakan bentuk lain dari kebijakan politik luar negeri suatu negara, maka keberadaan media dapat dianalogikan sebagai bentuk lain dari penguasaan opini publik untuk mendukung pelaksanaan suatu kebijakan politik luar negeri dari negara yang bersangkutan.</p>
<p>-Diambil dari ujian mata kuliah Diplomasi dan Analisis Politik Luar Negeri, UI Salemba 2005-</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
